PETASAN DI HARI LEBARAN
Hai
sobat……?
Kalian
tentu mengenal apa itu petasan ya?
Yak,
petasan merupakan mainan khas yang biasa muncul di waktu ramadhan dan hari
lebaran. Ada banyak jenis petasan, mulai dari kembang api, sampai petasan dor.
Petasan ini biasa dimainkan oleh anak-anak, ya walaupun tak jarang remaja
sampai orang dewasa juga ada yang memainkan.
Ngomong-ngomong
soal petasan, pasti sobat sudah tau ya petasan buatan anak-anak jaman now?
Buatan anak-anak generasi milenial?. Yak petasan yang biasa dibuat dan dimainin
anak-anak jaman sekarang, di sebagian besar daerah di Indonesia yakni petasan
kaleng.
Kenapa
sih dinamakan petasan kaleng? Ada yang tau? Pasti sedikit banyak sudah tau
doong… kenapa disebut petasan kaleng?. Oke jadi gini…. Petasan kaleng itu
adalah petasan yang dibuat dari bahan kaleng bekas. Jadi kaleng-kaleng bekas
disusun sedemikian rupa sehingga membentuk menyerupai meriam, macam yang ada di
film-film perang itu loh…..
Dalam 1
petasan biasnya bisa disusun 4 hingga 6 kaleng tergantung inofasi pembuat. Nah
untuk membunyikan petasan ini yaitu dengan menggunakan sakelar yang diambil
dari sakelar korek api gas. Adapun bahan bakarnya yaitu minyak spertus.
Sebenernya
petasan ini itu sangat berbahaya bagi anak-anak, tapi nyatanya masih banyak juga
yang menghiraukan bahayanya petasan ini. Untuk bunyi yang dihasilkan petasan
ini memang tidak diragukan lagi, bahkan bisa melebihi petasan-petasan ynag
dijual di pinggiran jalan.
Banyak anak-anak
yang menyukai mainan satu ini, namun banyak juga orang-orang yang tidak
menyukainya, kalo untuk saya sendiri sih jujur, memang sangat risih dengan
petasan ini karena bagi saya, petasan ini selain berbahaya, juga sangat
menggangu kenyamanan.
Di hari
lebaran kemarin, ada kejadian yang sangat disayangkan yang terjadi di kampung
saya di Dusun Dungsari, kecamatan Matesih. yakni, seorang anak yang bernama
Ruly yang membunyikan petasan buatannya tepat di depan orang tua yang berumur
kira-kira 90 tahun, sontak orang tua tersebut kaget dan sampai sakit beberapa
hari. Dari kejadian itu, Ruly menyesal dan dalam suasana lebaran itu pula dia
meminta maaf atas perilakunya yang tak sopan itu.
Dari
kejadian tersebut dapat diambil hikmah bahwasannya sebagai manusia harus
berperilaku sopan serta menghormati orang yang lebih tua, mau mengakui
kesalahan dan meminta maaf atas kesalahan yang di perbuat.
Komentar
Posting Komentar