5 METODE UNIK, UNTUK MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN MENARIK
Metode pembelajaran ynag menyenangkan membantu siswa meraih hasil
yang memuaskan…….
Kurangnya antusiasme murid untuk mendengarkan penjelasan gurunya
boleh jadi karena murid yang merasa jenuh dengan gaya mengajar gurunya. Apalagi
jika sang guru mengajar dengan gaya konvensional. Dijamin murid-murid yang
duduk di barisan belakang tak memperhatikan. Bisa jadi 3 “ng” yang dilakukan.
Ngobrol, ngantuk, ngalamun. Iyakan?
Sebenarnya banyak sekali metode pembelajaran yang sudah diciptakan
untuk menggantikan model pembelajaran konvensional yang gitu-gitu saja.guru
tentunya telah mendapatkan materi itu saat duduk di bangku kuliah. Tapi karna
membutuhkan persiapan yang lebih, membuat guru enggan repot dan memilih praktis
dengan menggunakan gaya konvensional.
Nah, jika kamu merasa jenuh dengan gaya mengajar yang Cuma
menggunakan papan tulis maupun slide presentasi, coba perhatikan 5 model
pembelajaran ini, agar suasana belajar menggairahkan lagi.
1.
Jigsaw
Model pembelajaran ini menuntut
individu mempelajari materi yang menjadi tanggung jawabnya. Karena selain untuk
dirinya, ia juga harus mengajarkan materi yang didapatkan kepada teman
kelompoknya.
Setiap siswa pada model
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini adalah anggota dari dua kelompok, yakni
kelompok asal dan kelompok ahli. Mula-mula seluruh siswa dibagi menjadi
kelompok asal dengan jumlah yang sama tiap kelompok.
Di kelompok asal, mereka akan
dibagi tugas untuk mempelajari suatu topik. Setelah semua anggota kelompok asal
memperoleh tugas, mereka harus berkumpul dalam kelompok ahli yang berisi siswa
dengan tugas sama.
Di kelompok ahli, mereka akan
mempelajari topik tertentu yang berbeda tiap kelompok ahli. Setelah itu mereka
diminta kembali ke kelompok asal dan masing-masing menjelaskan materi yang
telah mereka pelajari di kelompok ahli.
2.
Snowball
Throwing
Model pembelajaran ini bisa menjadi
salah satu cara guru mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana kemampuan
siswanya. Langkah awal model pembelajaran ini adalah guru menyampaikan materi
yang akan disajikan. Kemudian guru membentuk kelompok dan memanggil
masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
Masing-masing ketua kelompok
kembali ke kelompoknya masing-masing lalu menjelaskan materi yang disampaikan
oleh guru kepada temannya.
Setelah itu masing-masing siswa
diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja
yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Kertas
tersebut kemudian dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa
yang lain selama kurang lebih 5 menit.
Setelah siswa dapat satu bola,
diberikan kesempatan kepada siswa tersebut untuk menjawab pertanyaan yang
tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
3.
Think
Pairs Share (TPS)
Model pembelajaran ini dibagi
menjadi tiga tahap, yakni:
a.
Thinking: guru
mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh
siswa
b.
Pairing: guru meminta
siswa berpasangan dengan teman sebangkunya untuk mendiskusikan materi tersebut
c.
Sharing: hasil diskusi
di tiap-tiap pasangan dibicarakan dengan pasangan seluruh kelas.
Dalam
kegiatan ini diharapkan terjadi tanya jawab yang mendorong pada pengembangan
pengetahuan secara terpadu.
4.
Student
Teams Achievement Division (STAD)
Pada model pembelajaran STAD ini,
siswa dikelompokkan ke dalam kelompok kecil yang disebut tim. Tim inilah yang digunakan
untuk memaksimalkan pemahaman siswa. Setelah diberikan materi oleh guru, siswa
kemudian diberikan tes.
Nilai-nilai individu kemudian
digabungkan menjadi nilai tim. Dengan cara itu, tiap anggota kelompok akan
saling men-support agar tiap anggota kelompok paham dengan materi sehingga bisa
mengerjakan tes dengan baik.
5.
Reciprocal
Teaching
Model pembelajaran tipe ini
menuntut adanya timbal balik antar pasangan siswa. Setiap pasangan siswa
diminta berinteraksi dalam dialog mengenai sebuah teks. Setiap anggota akan
membaca teks dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, menerima dan memperoleh
timbal balik. Dengan model pembelajaran ini, siswa akan aktif berinteraksi dan
saling mengoreksi satu sama lain.
Nah, itulah beberapa model
pembelajaran dari banyak model yang bisa diterapkan di dalam kelas sebagai
solusi kejenuhan aktivitas pembelajaran. Sudah saatnya kamu mulai pro-aktif di
dalam kelas untuk menentukan suasana belajar.
Mumpung tahun ajaran baru semangat masih
begitu membara.

Komentar
Posting Komentar